PEER TO PEER LENDING DI INDONESIA

Peer-to-peer lending (P2PL) merupakan layanan keuangan yang memberikan fasilitas kepada pihak yang membutuhkan dana pinjaman dan pihak yang ingin melakukan investasi dengan cara meminjamkan dana. Berdasarkan data yang dilansir dari CCAF (2017), jenis perusahaan P2PL yang ada di Indonesia pada tahun 2013-2015 hanya ada tiga jenis perusahaan: P2P untuk pinjaman bisnis, crowdfunding yang berbasis donasi dan crowdfunding yang berbasis reward. Pada tahun 2016 mulai bermunculan P2P consumer lending dan P2P real estate lending. Geliat P2PL juga tercermin dari dominasi perusahaan P2PL pada industri fintech. Pada 2016, 80.5% dari pemain dalam industri fintech merupakan P2PL.

Jika ditilik lebih dalam, per September 2018 jumlah akun peminjam P2PL meningkat sebesar 786.5%. Angka yang spektakuler ini menunjukkan bahwa terdapat peluang kebutuhan pendanaan yang sangat besar, yang belum dapat terakomodaasi oleh institusi perbankan. Namun demikian, pertumbuhan akun peminjam ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan akun investor. Per September 2018, peningkatan jumlah akun investor sebanyak 59.8%. Padahal, Garman et al. (2008) menyatakan bahwa investor merupakan salah satu kunci sukses dalam keberlangsungan industri P2PL.

Keberadaan investor merupakan hal yang krusial di dalam kegiatan usaha P2PL. Menjadi menarik untuk mengulas lebih dalam, faktor-faktor apa saja yang mendorong investor untuk berinvestasi pada P2PL? Juga, seperti apakah lansekap industri P2PL di Indonesia saat ini. Lebih dari itu, sesuai dengan fenomena yang aa, apa saja yang menjadi tantangan dan peluang bagi industri P2PL di Indonesia.
Penyedia Jasa Training: PPM Manajemen
Rp2.750.000
decrease increase
Bagikan via:

Peer-to-peer lending (P2PL) merupakan layanan keuangan yang memberikan fasilitas kepada pihak yang membutuhkan dana pinjaman dan pihak yang ingin melakukan investasi dengan cara meminjamkan dana.


Berdasarkan data yang dilansir dari CCAF (2017), jenis perusahaan P2PL yang ada di Indonesia pada tahun 2013-2015 hanya ada tiga jenis perusahaan: P2P untuk pinjaman bisnis, crowdfunding yang berbasis donasi dan crowdfunding yang berbasis reward. Pada tahun 2016 mulai bermunculan P2P consumer lending dan P2P real estate lending. Geliat P2PL juga tercermin dari dominasi perusahaan P2PL pada industri fintech. Pada 2016, 80.5% dari pemain dalam industri fintech merupakan P2PL.


Jika ditilik lebih dalam, per September 2018 jumlah akun peminjam P2PL meningkat sebesar 786.5%. Angka yang spektakuler ini menunjukkan bahwa terdapat peluang kebutuhan pendanaan yang sangat besar, yang belum dapat terakomodaasi oleh institusi perbankan. Namun demikian, pertumbuhan akun peminjam ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan akun investor. Per September 2018, peningkatan jumlah akun investor sebanyak 59.8%. Padahal, Garman et al. (2008) menyatakan bahwa investor merupakan salah satu kunci sukses dalam keberlangsungan industri P2PL.
Keberadaan investor merupakan hal yang krusial di dalam kegiatan usaha P2PL. Menjadi menarik untuk mengulas lebih dalam, faktor-faktor apa saja yang mendorong investor untuk berinvestasi pada P2PL? Juga, seperti apakah lansekap industri P2PL di Indonesia saat ini. Lebih dari itu, sesuai dengan fenomena yang aa, apa saja yang menjadi tantangan dan peluang bagi industri P2PL di Indonesia.

PESERTA YANG PERLU HADIR:

  • Start-up founder, co-founder, employee
  • Penggiat start-up bidang keuangan (Fintech)
  • Bankers
  • Researchers bidang fintech, perbankan dan investasi

Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta:
 Memahami lansekap industri P2PL Indonesia
 Memahami tantangan dan peluang industri P2PL di Indonesia
 Mengetahui faktor-faktor yang mendorong investor untuk berinvestasi pada P2PL

PEMBAHASAN:

Lansekap industri peer-to-peer lending Indonesia
 Tantangan dan peluang industri peer-to-peer lending Indonesia
 Kisah sukses Amartha/Koinworks (sebagai salah satu perusahaan peer-to-peer lending)
 Mengapa investor berinvestasi pada peer-to-peer lending? – FDL

 

Sudah termasuk:

  1. Soft file materi
  2. Coffee Break
  3. Lunch 
  4. Sertifikat

Apabila terjadi pembatalan oleh calon peserta:

  • Biaya Pembatalan sebesar 100% dari biaya program bila pembatalan dilakukan 1 hari (hari kerja) sebelum tanggal penyelenggaraan
  • Biaya Pembatalan sebesar 50% dari biaya program bila pembatalan dilakukan 3 hari (hari kerja) sebelum tanggal penyelenggaraan
  • Tidak dikenakan biaya pembatalan apabila dilakukan selambat-lambatnya 7 hari (hari kerja) atau 1 minggu sebelum kegiatan dimulai

Peer-to-peer lending (P2PL) merupakan layanan keuangan yang memberikan fasilitas kepada pihak yang membutuhkan dana pinjaman dan pihak yang ingin melakukan investasi dengan cara meminjamkan dana.


Berdasarkan data yang dilansir dari CCAF (2017), jenis perusahaan P2PL yang ada di Indonesia pada tahun 2013-2015 hanya ada tiga jenis perusahaan: P2P untuk pinjaman bisnis, crowdfunding yang berbasis donasi dan crowdfunding yang berbasis reward. Pada tahun 2016 mulai bermunculan P2P consumer lending dan P2P real estate lending. Geliat P2PL juga tercermin dari dominasi perusahaan P2PL pada industri fintech. Pada 2016, 80.5% dari pemain dalam industri fintech merupakan P2PL.


Jika ditilik lebih dalam, per September 2018 jumlah akun peminjam P2PL meningkat sebesar 786.5%. Angka yang spektakuler ini menunjukkan bahwa terdapat peluang kebutuhan pendanaan yang sangat besar, yang belum dapat terakomodaasi oleh institusi perbankan. Namun demikian, pertumbuhan akun peminjam ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan akun investor. Per September 2018, peningkatan jumlah akun investor sebanyak 59.8%. Padahal, Garman et al. (2008) menyatakan bahwa investor merupakan salah satu kunci sukses dalam keberlangsungan industri P2PL.
Keberadaan investor merupakan hal yang krusial di dalam kegiatan usaha P2PL. Menjadi menarik untuk mengulas lebih dalam, faktor-faktor apa saja yang mendorong investor untuk berinvestasi pada P2PL? Juga, seperti apakah lansekap industri P2PL di Indonesia saat ini. Lebih dari itu, sesuai dengan fenomena yang aa, apa saja yang menjadi tantangan dan peluang bagi industri P2PL di Indonesia.

PESERTA YANG PERLU HADIR:

  • Start-up founder, co-founder, employee
  • Penggiat start-up bidang keuangan (Fintech)
  • Bankers
  • Researchers bidang fintech, perbankan dan investasi

Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta:
 Memahami lansekap industri P2PL Indonesia
 Memahami tantangan dan peluang industri P2PL di Indonesia
 Mengetahui faktor-faktor yang mendorong investor untuk berinvestasi pada P2PL

PEMBAHASAN:

Lansekap industri peer-to-peer lending Indonesia
 Tantangan dan peluang industri peer-to-peer lending Indonesia
 Kisah sukses Amartha/Koinworks (sebagai salah satu perusahaan peer-to-peer lending)
 Mengapa investor berinvestasi pada peer-to-peer lending? – FDL

 

Sudah termasuk:

  1. Soft file materi
  2. Coffee Break
  3. Lunch 
  4. Sertifikat

Apabila terjadi pembatalan oleh calon peserta:

  • Biaya Pembatalan sebesar 100% dari biaya program bila pembatalan dilakukan 1 hari (hari kerja) sebelum tanggal penyelenggaraan
  • Biaya Pembatalan sebesar 50% dari biaya program bila pembatalan dilakukan 3 hari (hari kerja) sebelum tanggal penyelenggaraan
  • Tidak dikenakan biaya pembatalan apabila dilakukan selambat-lambatnya 7 hari (hari kerja) atau 1 minggu sebelum kegiatan dimulai
Training specifications
Lokasi Jakarta
Metode Offline (outdoors/indoors)
Sertifikat Ya
Tuliskan review Anda
  • Hanya user terdaftar yang dapat menuliskan review
  • Bad
  • Excellent
Training specifications
Lokasi Jakarta
Metode Offline (outdoors/indoors)
Sertifikat Ya
Tag Training
Filters
Sort
display