Kupas Tuntas Persiapan Implementasi PSAK 71

Implementasi PSAK 71 menyita perhatian pelaku perbankan di Indonesia, karena berdampak pada kenaikan pembentukan cadangan atas penurunan nilai asset dan liabilitas keuangan (karena perubahan basis dari incurred loss menjadi expected loss). Kenaikan ini berdampak pada penurunan modal bank pada tahap awal implementasi di Januari 2020, sehingga banyak bank yang mencoba melakukan assessment kecukupan modal sebelum PSAK 71 ini diimplementasikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pelatihan yang memadai dalam rangka pemahaman yang lebih baik bagi para akuntan maupun bidang terkait sehingga dapat memahami metodologi impairement PSAK 71 serta dampak yang mungkin akan timbul dari implementasi ini agar dapat diantisipasi sejak awal.
Penyedia Jasa Training: Infobank Institute
Rp6.500.000
decrease increase
Bagikan via:

Kupas Tuntas Persiapan Implementasi PSAK 71 (Efektif 1 Januari 2020)

Per 1 Januari 2020, PSAK 71 akan berlaku efektif yang akan menggantikan PSAK 55 (Pengakuan & Pengukuran). PSAK ini dilatar belakangi oleh peristiwa krisis ekonomi global tahun 2008, dimana standar akuntansi yang ada dianggap terlalu kompleks dan terlalu rule based oleh para pelaku bisnis, selain itu dimana metode pencadangan yang terlambat dalam mengantisipasi adanya krisis ekonomi (karena berbasis incurred loss) dan nilai pencadangan yang dibentuk tidak mencukupi untuk menanggung risiko bisnis yang muncul.

PSAK 71 ini mencakup 3 (tiga) hal besaran yaitu :

  1. Pengakuan dan Pengklasifikasian

Terdapat perubahan metodologi dalam penentuan klasifikasi asset dan liabilitas     keuangan, selain itu terdapat perubahan kelompok klasifikasi atas asset dan liabilitas keuangan yang akan menentukan perilaku akuntansi atas asset dan liabilitas keuangan tersebut.

  1. Penurunan Nilai Aset Keuangan

Terdapat perubahan pendakatan dalam metodologi perhitungan penurunan nilai asset keuangan dari semula berbasis incurred loss menjadi expected loss. Hal ini berdampak terhadap semakin besarnya pencadangan atas penurunan nilai asset keuangan yang dibentuk oleh industri perbankan, karena pembentukan cadangan tidak hanya dipengaruhi oleh data historis bank, melainkan oleh kondisi makro ekonomi dalam negara tersebut.

  1. Akuntansi atas Lindung Nilai (Hedge Accounting)

Terdapat perubahan ketentuan terkait hedge accounting dimana persyaratan dan dokumentasi menjadi lebih sederhana, dan berhubungan langsung dengan strategi manajemen risiko bank, selain itu terdapat perubahan terkait penilaian aktivitas sesuai dengan tujuan manajemen risiko bank.

Implementasi PSAK 71 menyita perhatian pelaku perbankan di Indonesia, karena berdampak pada kenaikan pembentukan cadangan atas penurunan nilai asset dan liabilitas keuangan (karena perubahan basis dari incurred loss menjadi expected loss). Kenaikan ini berdampak pada penurunan modal bank pada tahap awal implementasi di Januari 2020, sehingga banyak bank yang mencoba melakukan assessment kecukupan modal sebelum PSAK 71 ini diimplementasikan.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pelatihan yang memadai dalam rangka pemahaman yang lebih baik bagi para akuntan maupun bidang terkait sehingga dapat memahami metodologi impairement PSAK 71 serta dampak yang mungkin akan timbul dari implementasi ini agar dapat diantisipasi sejak awal.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

  1. Peserta yang merupakan akuntan perusahaan serta bidang terkait lainnya dapat memahami PSAK 71
  2. Menjadi ajang diskusi antara akuntan perusahaan dan trainer mengenai apa yang sudah dilakukan perusahaan serta bagaimana yang seharusnya dilakukan terkait implementasi PSAK 71

 

Materi Pelatihan

Hari 1: Memahami PSAK 71 (Instrumen Keuangan), antara lain :

  1. Perbedaan konsep Incurred loss dengan expected loss
  2. Beberapa Metodologi impairement yang bisa digunakan
  3. Tahapan dalam impairement
  4. Kriteria masing-masing tahapan impairement

Hari 2: step by step perhitungan ECL sesuai PSAK 71

  1. Impairement Modelling : Probability of Default
  2. Impairement Modelling : Loss Given Default
  3. Impairement Modelling : Forward Looking

 

Target Peserta

  • Divisi Akuntansi / Divisi Keuangan
  • Satuan Kerja Audit Internal (SKAI)
  • Satuan Kerja Manajemen Risiko
  • Divisi Operasional
  • Pimpinan Seluruh Unit Bisnis/Pimpinan Cabang
  • Seluruh Divisi ataupun unit terkait lainnya.

Kupas Tuntas Persiapan Implementasi PSAK 71 (Efektif 1 Januari 2020)

Per 1 Januari 2020, PSAK 71 akan berlaku efektif yang akan menggantikan PSAK 55 (Pengakuan & Pengukuran). PSAK ini dilatar belakangi oleh peristiwa krisis ekonomi global tahun 2008, dimana standar akuntansi yang ada dianggap terlalu kompleks dan terlalu rule based oleh para pelaku bisnis, selain itu dimana metode pencadangan yang terlambat dalam mengantisipasi adanya krisis ekonomi (karena berbasis incurred loss) dan nilai pencadangan yang dibentuk tidak mencukupi untuk menanggung risiko bisnis yang muncul.

PSAK 71 ini mencakup 3 (tiga) hal besaran yaitu :

  1. Pengakuan dan Pengklasifikasian

Terdapat perubahan metodologi dalam penentuan klasifikasi asset dan liabilitas     keuangan, selain itu terdapat perubahan kelompok klasifikasi atas asset dan liabilitas keuangan yang akan menentukan perilaku akuntansi atas asset dan liabilitas keuangan tersebut.

  1. Penurunan Nilai Aset Keuangan

Terdapat perubahan pendakatan dalam metodologi perhitungan penurunan nilai asset keuangan dari semula berbasis incurred loss menjadi expected loss. Hal ini berdampak terhadap semakin besarnya pencadangan atas penurunan nilai asset keuangan yang dibentuk oleh industri perbankan, karena pembentukan cadangan tidak hanya dipengaruhi oleh data historis bank, melainkan oleh kondisi makro ekonomi dalam negara tersebut.

  1. Akuntansi atas Lindung Nilai (Hedge Accounting)

Terdapat perubahan ketentuan terkait hedge accounting dimana persyaratan dan dokumentasi menjadi lebih sederhana, dan berhubungan langsung dengan strategi manajemen risiko bank, selain itu terdapat perubahan terkait penilaian aktivitas sesuai dengan tujuan manajemen risiko bank.

Implementasi PSAK 71 menyita perhatian pelaku perbankan di Indonesia, karena berdampak pada kenaikan pembentukan cadangan atas penurunan nilai asset dan liabilitas keuangan (karena perubahan basis dari incurred loss menjadi expected loss). Kenaikan ini berdampak pada penurunan modal bank pada tahap awal implementasi di Januari 2020, sehingga banyak bank yang mencoba melakukan assessment kecukupan modal sebelum PSAK 71 ini diimplementasikan.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pelatihan yang memadai dalam rangka pemahaman yang lebih baik bagi para akuntan maupun bidang terkait sehingga dapat memahami metodologi impairement PSAK 71 serta dampak yang mungkin akan timbul dari implementasi ini agar dapat diantisipasi sejak awal.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

  1. Peserta yang merupakan akuntan perusahaan serta bidang terkait lainnya dapat memahami PSAK 71
  2. Menjadi ajang diskusi antara akuntan perusahaan dan trainer mengenai apa yang sudah dilakukan perusahaan serta bagaimana yang seharusnya dilakukan terkait implementasi PSAK 71

 

Materi Pelatihan

Hari 1: Memahami PSAK 71 (Instrumen Keuangan), antara lain :

  1. Perbedaan konsep Incurred loss dengan expected loss
  2. Beberapa Metodologi impairement yang bisa digunakan
  3. Tahapan dalam impairement
  4. Kriteria masing-masing tahapan impairement

Hari 2: step by step perhitungan ECL sesuai PSAK 71

  1. Impairement Modelling : Probability of Default
  2. Impairement Modelling : Loss Given Default
  3. Impairement Modelling : Forward Looking

 

Target Peserta

  • Divisi Akuntansi / Divisi Keuangan
  • Satuan Kerja Audit Internal (SKAI)
  • Satuan Kerja Manajemen Risiko
  • Divisi Operasional
  • Pimpinan Seluruh Unit Bisnis/Pimpinan Cabang
  • Seluruh Divisi ataupun unit terkait lainnya.
Training specifications
Lokasi Jakarta
Metode Offline (outdoors/indoors)
Biaya Training Rp. 6.500.000,-
Jadwal Training 18 September 2019 09:00 - 19 September 2019 17:00
Durasi 2 Days
Sertifikat Ya
Tuliskan review Anda
  • Hanya user terdaftar yang dapat menuliskan review
  • Bad
  • Excellent
Training specifications
Lokasi Jakarta
Metode Offline (outdoors/indoors)
Biaya Training Rp. 6.500.000,-
Jadwal Training 18 September 2019 09:00 - 19 September 2019 17:00
Durasi 2 Days
Sertifikat Ya
Tag Training
Filters
Sort
display